Langsung ke konten utama

Postingan

Sedikit Catatan Malam Mencekam Kala Itu

Dulu aku begitu rindu dengan pantai. Tapi entah mengapa saat ini pantai begitu mengerikan. Dulu aku begitu rindu dengan indahnya senja. Tapi sekarang mengapa senja tak lagi indah bagiku. Dulu aku begitu rindu ketika malam tiba. Tapi sekarang entah mengapa malam terasa begitu mengerikan. Hari-hari pun banyak diwarnai kecemasan dan ketakutan. Sejak malam itu, Minggu 05 Agustus 2018. Malam selalu terasa lebih panjang dibanding biasanya. Malam itu aku tengah bersantai di kamar sambil mendengarkan beberapa lagu. Rasa kantuk kala itu pun mulai menyerang. Namun keinginan untuk tidur masih belum ada. Meskipun pada pagi hingga siang harinya badan sudah terasa letih karena telah melakukan berbagai aktifitas. Pagi ikut kegiatan inspiratif dari kantor, dan siangnya lanjut kegiatan masak dan cuci-cuci. Tidak ada firasat akan terjadi bencana besar. Tapi alam memang selalu menunjukkan tanda- tanda yang memang diluar nalar manusia. Pagi itu udara terasa begitu dingin menusuk tulang. Langit mendun...

Menunggu Saat Itu Tiba

Kamu adalah apa yang aku sebut dalam setiap doaku pada Tuhan. Aku selalu meminta Tuhan senantiasa memberimu semua yang terbaik. Sampai aku terkadang lupa untuk mendoakan diriku sendiri. Aku selalu berharap kamu selalu bahagia. Dimanapun, kapanpun dan dengan kondisi apapun. Kamu tidak boleh sedih ya. Berat..! Cukup aku saja. Hehe gaya dilan. Tuhan selalu punya cerita indah. Aku yakin Tuhan pun akan begitu pada kita. Mengabulkan semua harapan dan doa yang terus menerus dipanjatkan. Menyatukan semua mimpi kita. Menjadikan kita satu dalam sebuah mahligai suci. Semoga.. Aku selalu menanti hari itu. Hari dimana sudah tidak ada lagi tanya ataupun jeda. Hari dimana aku dan kamu menjadi kita. Apakah kamu menunggu hari itu juga?? Semoga.. Tidak lama lagi hari itu akan tiba. Maukah kamu bersama - sama denganku merayu Tuhan agar hari spesial itu segera tiba..? Aku berharap jalan menuju hari itu tidak lagi sesulit saat aku membayangkannya malam ini. Semoga disaat hari itu tiba, ...

Selamat Menempuh Hidup Baru

Selamat..!! Selamat menempuh hidup baru. Akhirnya kamu menemukan pasangan hidupmu. Sekarang kamu sudah tidak perlu lagi menunggu atau mengkhawatirkan siapa yang akan jadi pendamping hidupku. Siapapun orangnya nanti, itu adalah yang terbaik dari Tuhan. Kamu sudah tidak perlu lagi memintaku untuk bersama dengan orang yang menjadi pilihanmu. Aku sudah memaafkan dan membuang semua rasa kecewa itu, bahkan dari dulu aku sudah sangat ikhlas siapapun yang akan mendampingimu bagiku itu adalah pilihan yang terbaik. Kamu memang pantas mendapatkannya. Sekali lagi selamat.. Semoga kamu bahagia. Semoga juga dengan kamu menemukan pasangan hidupmu, bisa mengobati kekecewaan keluarga dan menghapus semua masalah yang selama ini menimbulkan berbagai opini dan pikiran negatif tentangku dan tentangmu. Aku sudah lelah. Selama ini selalu menjadi bahan cibiran orang-orang karena dianggap menyia-nyiakan orang sepertimu. Tapi apa yang mereka tau. sungguh,, mereka tidak tau apa-apa tentang kita, teruta...
Kadang kalau lagi sendirian itu suka paranoid. Tapi udah biasa juga sih. Ngelakuin apa2 sendirian. Jadi ngga masalah lah.. Sendiri itu kadang menyenangkan. Kalau kita memang lagi butuh suasana yang tenang dan jauh dari kebisingan. Tapi ramai juga lebih asyik. Dulu kalau dirumah sering banget ditinggal sendiri. Sampai kadang suka ngerasa horor aja. Apalagi suasana rumah bener-bener ngundang ketakutan. Dulu sering banget denger suara aneh. Entah suara apa. Pokoknya kalau udah sendirian suka banyak makhluk tak kasat mata. Ini aja sekarang lagi sendirian. Dan bener- bener takut. Mau ngapa2in ngga berani.. Horor banget dah.. Tapi berusaha banget keep calm.. Pengen merem tapi ngga bisa. 😓😓😓😫😫😫

Jiwaku Ingin Berlebaran Juga

Nikmat idul fitri setelah satu bulan berpuasa sangat terasa sekali saat semua orang berkumpul melaksanakan shalat ied lalu saling bermaafan. Sedih dan mengharu biru kadang menjadi bumbu disetiap momen idul fitri. Terlebih momen bermaafan dengan kedua orangtua. Aku merasakan betapa nikmatnya ketika bisa mencium tangan bahkan mencium kaki orangtua terutama ibu. Meski setiap harinya hal tersebut selalu aku lakukan, namun sensasinya begitu berbeda ketika idul fitri dengan hari biasanya. Ibu selalu gembira ketika kami semua anak-anaknya bisa melakukan hal itu sebagai tanda bakti kami. Dan begitupun sebaliknya, aku bahagia melakukan hal itu. Ibu selalu mengajarkan kami untuk menjadi anak yang berbakti. Menjaga norma kesopanan terhadap orang lain, menjaga sikap dan berusaha bertutur kata yang baik, serta satu petuah yang selalu aku pegang hingga saat ini adalah selalu berbuat baik, meski orang lain tidak melakukan demikian, karena setiap kebaikan itu akan dibalas dengan kebaikan. Meskip...
Tenggorokan, hati dan pikiran sudah tidak sehat. Bahkan sekarang badanpun jadi ikut-ikutan. Padahal masih ada tanggungan kerjaan yang harus diselesaikan. Udah pasti malam ini bakalan begadang lagi. Nyatanya saya tidak suka pola hidup seperti saat ini. Tapi mau gimana lagi. Kerjaan harus saya selesaikan. Meskipun tidak ada inspirasi alias otak lagi buntu ngga bisa mikir. Gimana mau mikir coba. Badan ngga enak, hati dan pikiran juga. Saya kalau udah banyak pikiran  Rasanya pengen teriak ngga jelas. Sudah bener2 muak dan benar2 bosan tingkat akut. Sebelum saya benar2 stress pengen piknik rasanya. Pekerjaan kantor rasanya sudah mulai bikin saya bosan dan muak. Ngga ada hal yang bisa bikin saya berkembang disana. Ya Tuhan.. Saya seperti tidak bersyukur. Tapi saya ngga pengen semakin terbebani. Badan udah kurus gini. Masak otak juga harus ikut2an.
Kenapa harus ada cinta jika hanya membuat kepedihan. Kenapa ada cinta jika hanya menguras air mata. Bukankah cinta ada untuk saling membahagiakan. Sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Saya mungkin spesies cewek aneh yang tak bisa selalu mengungkapkan perasaan atau apa yang dialami. Aku benci dengan diriku saat ini.